BUKAN KALAH

Standar

Mengalah bukan berarti kalah. Itulah salah satu kata yang membuat aku kuat saat aku harus mengalah. Mengalah dengan siapa??? Ya…aku harus mengalah dengan orang yang telah merasa menang dalam hidupnya. Aku bukan sedang bermain dengan kata-kata, tetapi aku sedang mempercayai kata-kata itu.
Kini yang aku rasakan hanyalah kepasrahan. Kepasrahan yang penuh dengan harapan. Kepasrahan yang memberikan aku sebuah arti tawakal dalam hidupku. Aku percaya bahwa Allah pasti punya rencana yang terbaik buatku. Apapun itu yang akan aku terima besok dari mereka-mereka yang menang, aku mencoba untuk ikhlas. Cukup berat bagiku, tapi mungkin tidak bagimu yang sedang membaca tulisan ini.
Aku tahu hidup itu terus mengalir. Mengalir bagaikan air yang jernih tanpa noda. Tapi terkadang air itu walaupun mengalir sering terhambat oleh banyak kotoran sampah busuk yang dibuat oleh orang-orang yang tidak tahu perasaan, dan membuat orang yang sangat membutuhkan air itu berharap pada kotoran sampah busuk tersebut agar tidak menghalanginya mengambil air tersebut.
Tidak cukup bagiku untuk pasrah saja, tetapi aku selipkan sebait doa di seperempat malamku agar aku benar-benar mendapatkan keputusan yang terbaik. Sebelumya kurenungkan apa saja yang ku alami hari ini. Sejenak aku terhenyak, sebenarnya dimanakah letaknya keadilan, ketransparanan, kepedulian, dan rasa kesosialan mereka atas semuanya. Mereka tidak punya bukti yang riil, dan hanya menggembar-gemborkan sesuatu yang yang sebenarnya itu tidak penting.
Memang, ketika kehidupan memberikan seribu alasan untuk menangis, tapi aku akan tetap memiliki sejuta harapan untuk tersenyum. Derai air mata yang mengalir dipelupuk mataku akan menjadi saksi bahwa aku bukanlah menangis karena kalah tapi aku menangis karena akulah sesungguhnya yang menjadi sang juara. Juara tidak hanya pada saat berada di sekolahan atau universitas tapi juara yang sebenarnya adalah juara yang dapat mempertahankan hak-haknya dalam hidup ini.
Jika masih tersimpan harapan, insyaallah secercah cahaya keadilan yang sebenar-benarnya akan berpihak pada orang-orang yang kalah tapi sebenarnya menang bukan pada orang yang menang tapi sebenarnya mereka kalah.
Perlu di garis bawahi, hari esok merupakan hari yang indah. Dengan penuh keyakinan segala yang tidak mungkin akan menjadi mungkin. Berjuanglah! Esok mentari bersinar terang dan wujudkan harapan. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s