Waktu plus belajar, yuuuukssssssss….

Standar

Kita memang sering lupa dengan siapa yang telah menciptakan kita. Dan yang telah memberikan kita nikamat beserta karunianya yang tak terhingga. Setiap hari kita meminta pada Sang Maha Agung agar selalu melimpahkan rezeki pada kita agar keluarga kita dapat hidup mapan dan bahagia. Terkadang waktu yang kita gunakan sering terbuang begitu saja. Padahal waktu yang kita buang dengan percuma tersebut tidak akan dapat kembali lagi. Semua menjadi sirna seketika.
Waktu kecil kita sering berangan-angan ingin cepat besar dan bisa mencapai keinginan kita. Kita ingin sekolah setinggi-tingginya dan bekerja sesuai dengan jurusan saat kita belajar dibangku kuliah dulu. Tetapi kenyataannya berbeda dengan apa yang kita harapkan. Kita sering kali menjalani hidup ini dengan berbagai problema yang tak kunjung berakhir. Sisi-sisi kehidupan yang gelap senantiasa menghantui fikiran kita.
Fikiran yang jernih biasanya dikendalikan oleh hati yang bening. Hati yang sangat setia dengan perasaan kita. Karena hati tak akan pernah berbohong. Percayalah dengan hati kita. Jika kita ingin sukses dalam belajar, maka hati harus tenang, adem, ayem, dan gak lagi keki dengan orang lain atau musuh yang rasanya bikin gak nyaman belajar. Sebenarnya dalam belajar ada tekhnik-tekhnik khusus jitu bagi kita kaum pelajar atau mahasiswa. Kalo kita belajar ilmu psikologi kita pasti jauh lebih tahu.
Belajar yang baik itu harus dibarengi dengan niat yang baik pula. Kalo awalnya aja udah males buat belajar, gimana mau sukses dalam belajar. Kita kudu harus punya niat. Istiqomah dulu. Dan yakin kalo kita bisa. Biar lebih detail lagi, kita bisa belajar dari lingkungan disekitar kita. Contohnya aja, kita bisa belajar dari segerombolan bebek atau itik dan bedanya dengan binatang anjing. Anjing itu dia bukanlah termasuk binatang yang hidupnya istiqomah. Anjing selalu sendiri kemana-mana. Kalopun anjing jalan bareng teman-temannya, anjing sering gaduh ataupun kelahi. Beda dengan bebek atau itik. Itik itu kalo jalan pasti bergerombolan bareng dengan temen-temennya. Gak pernah berkelahi. Mereka akur-akur aja. Kalo jalan pasti satu garis lurus, berbaris rapi. Dan suaranya selalu bunyi wek…wek..wek…serentak
Coba deh, kita fikirin lagi, masak kita kalah sih istiqomahnya sama itik. Itik itu kan gak diberi akal, sedangkan kita manusia diberi akal loh…tapi kita gak gunain dengan sebaik-baiknya. Peka dengan sesuatu itu penting, apalagi kita manusia yang diberi kelebihan hars bisa belajar lebih banyak lagi. Yang lebih penting lagi kita manusia harus saling menjaga silaturahmi antar sesama. Karena setiap muslim itu bersaudara. Mempererat jalinan silaturahmi gak bakalan bikin kita miskin kok, malahan justru bikin kita bertambah rezeki dan hubungan menjadi lancar.
Atau disaat kita suka dengan seseorang, kita juga harus istiqomah, mudah-mudahan dia yang bakalan jadi jodoh kita. Lagian jodoh siapa yang tahukan. Hanya Allah aja yang tahu jodoh kita kan. So………sebagai cewek yang baik, penuh cinta, ceria, menyukai hal-hal yang lucu juga humoris, kita bisa menjadi baik kalo hati kita baik. Awali sesuatu dengan niat, gak ada unsur paksaan. Selalu istiqomah, jaga perilaku, dan selalu belajar dari hal-hal terkecil yang ada disekitar kita.
Dan satu lagi jangan pernah lalai dengan waktu. Waktu gak bakalan bisa diputar balik, adanya Cuma penyesalan yang datang di akhir. Kita sebagai manusial, hanya bisa berdoa dan menjalani hidup dengan keikhlasan. Intinya kita tidak membuang-buang waktu percuma.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s