MULAI MENCARI-CARI

Standar

Malam tadi sudah berganti dengan pagi. Mentari mulai malu-malu terbit menyapa dunia. Senandung lagu berirama mengikuti gerak langkahku. Sinaran hangat cahaya mentari menyelimuti tubuhku yang menggigil. Untung pagi ini tidak hujan, hanya dari malam menjelang subuh hujan turun dan sudah reda dari tadi. Kupacu sisiran jalan sambil sesekali bersenandung kecil. Agar rasa lelah kekampus hari ini tidak terasa sekali. Hah…….
Ternyata, aku telat. Dosenku sudah datang duluan kekelas. Ah..yang penting makalah ku sudah siap sedia dan tinggal dikumpul saja. Aku langsung saja duduk. Untung dosenku tidak marah karena keterlambatanku datang. Karena jika aku yang jadi dosen, aku paling tidak senang jika punya mahasiswa yang suka telat. Apalagi kalo aku punya mahasiswa kayak dia, yang paling cepat kalo kekampus itu jam sembilan, walaupun jadwal masuk yang sebenarnya jam setengah delapan pagi. Tapi semua dosen udah maklum dengan dia. Kalo aku gak ada maklum-maklum. Enakkk… aja, hehehe
Sebenarnya kalo gak lihat dia sehari aja, bisa runtuh dunia rasanya. Makanya aku sangat suka kalo kekampus dan liat dia. Semuanya terasa indah. Hahahaha. Tapi ya sudahlah, toh itu juga dia gak tahu. Aku juga gak tahu. Seakan masih misteri. Hiiiiii…….tapi walaupun begitu, dirinya punya pesona yang selalu mencuri hati dan mata jiwa ragaku tergerak dan ingin selalu ada di dekatnya. Amiin…
Tugas kuliah itu bukan hanya belajar aja, kata sodaraku yang datang beberapa hari yang lalu. Kuliah itu juga sekalian mencari-cari pasangan hidup. Mana tahu ada yang cocok. Kan jodoh kita gak ada yang tahu. Itu pesannya. Aku hanya mesem-mesem aja sambil malu-malu bilang “iya”. Hehe….
Yaaahhh……..sebenarnya aku mulai mengamalkan saran itu. Tapi hanya untuk mencoba saja, dan bukan untuk pacaran. Aku hanya ingin dia yang aku rindu dan selalu ada dalam setiap doaku agar dia memang benar-benar jodohku dan bisa menjadi imam dalam hidupku di dunia dan di akhirat kelak. Dan aku yakin, Allah pasti akan memberikan yang terbaik untukku dan hidupku. Dia yang selalu hadir, kadang kala aku berfikir apakah dia yang kelak menjadi jodohku. Sebab pesona yang dia pancarkan memberikan kebahagiaan dan mampu membuatku terbang melayang-layang dan seakan tidak menginjak bumi lagi.
Tapi aku harus sadar, aku hanya manusia biasa yang mengharapkan cinta suci darinya. Ketulusan hati dan keikhlasan yang aku tahu dia bukan orang yang biasa sepertiku. Tapi apapun itu, jika memang dia jodoh dan mangarungi hidup bersama dan bahagia, sunggguh indah sekali.
Terhitung dari hari ini
Aku berhenti berharap
Aku berhenti menunggu
Aku berhenti mengusikmu
Dan, terhitung dari hari ini
Aku memulai memulai mencintaimu
Dalam diam
Aku mulai merindukanmu
Dalam sepi
Aku memulai bertahan dengan
Rasa ini
Tanpa kamu menegetahuinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s