6 Hal Positif Dalam Psikologi Positif

Standar

1. Jelaskan dari 5 hal itu yang sudah kamu lakukan!
Senin, 3 Juni 2013
Hari ini tugas yang akan di kumpulkan banyak sekali. Sehingga saya harus mengatur jadwal agar semua tugas bisa selesai. Walaupun kurang enak badan saya tetap mengerjakan tugas saya semaksimal mungkin. Setiap tugas yang datang saya akan kerjakan semampu saya.
Terkadang saya bisa menjadi orang yang perfeksionis di kala saya harus bisa mengerjakan tugas sesempurna mungkin agar tugas yang saya buat benar-benar sesuai. Di saat seperti ini lah saya akan menjadi orang yang perfeksionis dalam melakukan sesuatu. Seperti saat ini perfeksionis itu datang untuk tugas yang harus dibuat dengan sempurna. Semoga benar- benar bagus hasilnya.
Selasa. 4 Juni 2013
Ketika bertemu dengan orang lain saya tersenyum. Dan ketika saya bertemu dengan orang yang belum kenal pun saya berusaha ramah. Saperti inilah yang saya lakukan. Dan di hari ini saya berusaha menyapa setiap orang dengan senang hati. Entah kenapa hari ini saya sangat ramah dengan orang lain. Mungkin hati saya lagi senang sehingga orang yang ada di sekitar saya juga senang dengan sapaan saya.
Rabu, 5 Juni 2013
Tepat waktu. Itu yang selalu saya gaungkan dalam hidup saya. Semua yang saya lakukan harus beres sebelum deadline datang menjemput. Seperti hari ini, saya ada pertemuan KKN dengan teman-teman baru dari fakultas yang berbeda-beda. Dan saya pergi untuk kumpul tepat waktu. Untuk itu tidak ada waktu yang tertunda-tunda. Akhirnya semua teman yang hadir juga tepat waktu. Begitulah hari ini semoga berlanjut hingga sampai kapanpun selalu tepat waktu.
Kamis, 6 Juni 2013
Kreatif. Ketika ada banyak masalah datang menghampiri, dibutuhkan cara peneyelesaian yang kreatif. Seperti hari ini, masalah itu mengurung saya terus memikirkannnya. Saya tidak tahu harus bagaimana. Tapi kekreatifan itulah yang menguatkan diri saya bahwa saya tidak sendiri dalam hal ini. kemudian saya coba diam dan renungkan sejenak pasti ada hikmahnya dibalik semua ini. semoga.
Jumat, 7 Juni 2013
Hari ini harus kuat mental. Karena kalau tidak saya bisa tak kuat menghadapinya. Kuat mental lebh dari segala-galanya. Di saat saya jatuh dan berusaha bangkit, meraih apa yang saya inginkan dan saya impikan saya berusaha untuk kuat mental. Mental yang kuat akan menjadikan diri kuat secara profesional. Oleh karena itu, saya akan maju dan tidak ada kata putus asa. Kuat mental itu yang paling utama. Seperti yang saya rasakan hari ini.

2. Setiap sore tuliskan 3 kejadian yang menurut syukur itu terjadi dalam hidupmu! Jelaskan kenapa itu bagus menurut anda!
Hari pertama, tanggal 3 Juni 2013. Bertepatan dengan hari senin. Tadi saya ingin meminjam buku di perpustakaan. Tetapi oleh pihak perpustakaan bilang yang boleh minjam buku hanya mahasiswa semester atas saja. Akhirnya dengan memohon kalau saya ingin benar-benar minjam buku tersebut, tapi tetap tidak di perbolehkan. Akhirnya saya diam, dan saya ikhlas untuk menerima konsekuensi bahwa saya tidak boleh meminjam buku. Seharusnya saya memaksa pihak perpusatakaan, tapi saya lebih memilih mengalah. Dan mengalah bukan berarti kalah dalam kamus saya. Kenapa saya harus bersyukur dan menerima itu semua, karena mungkin jika saya diperbolehkan meminjam buku, pihak perpustakaan takut bukunya hilang atau tidak saya kembalikan. Padahal setiap saya meminjam buku selalu saya kembalikan walaupun sering telat. Itupun tidak sengaja, karena kesibukan membuat saya lupa mengembalikan buku perpustakaan. Dan hikmahnya saya harus sabar dengan apa yang menjadi peraturan perpustakaan itu. Kemudian ketika saya presentasi di kelas. Bahan presentasi yang saya buat ternyata kurang cocok dengan materinya, kemudian sang dosen mengatakan ada yang tidak lengkap dalam materi yang saya buat. Dan saya diminta untuk memeriksanya kembali. Saya bersyukur dengan hal ini, sebab jika bahan presentasi saya sudah benar semua mungkin saya bisa jadi tidak belajar lagi dan tidak memeriksanya kembali, sehingga itu membuat saya belajar bahwa setiap sesuatu yang kita lakukukan pastilah tidak akan bisa sempurna sesuai dengan apa yang kita inginkan. Kemudian saat pulang kampus sore hari, saya mengisi bensin di Pom bensin. Dan saya di beri amplop oleh salah satu petugas yang memegang kotak amal di pojok kiri Bensin. Artinya saya harus mengisi amplop tersebut sesuai dengan kadar kemampuan saya. Kemudian saya masukkan uang kedalam amplop tersebut. Saya bersyukur dengan yang saya lakukan bahwa orang itu mengingatkan saya untuk senantiasa bersedekah dan membantu pihak-pihak yang kurang beruntung.
Oleh karena itu saya sangat mensyukuri atas segala nikmat yang Allah berikan kepada saya.

3. Bagaimana menuliskan sebentuk pidato yang disebut sebagai pidato kematian. Apa yang anda harapkan orang-orang ketika anda meninggal dunia!
Setiap insan manusia di dunia pasti akan meninggal. Meninggalkan dunia yang fana ini. Meninggalkan keluarga, teman, dan meninggalkan orang-orang yang disayangi. Saya yang ingin rasanya hidup selama-lamanya untuk selalu berharap dapat terus memberikan yang terbaik dan bermanfaat untuk orang-orang yang ada di sekitar saya, harus juga rela jika kelak malaikat pencabut nyawa menghentikan nafas saya untuk menemui ajal yang siap menjeput kapan saja.
Dalam hidup saya, saya selalu menginginkan untuk memberikan yang terbaik untuk orang tua, kakak, saudara, teman, dan tidak lupa untuk seluruh orang yang mengenal saya agar mengingat diri saya dalam setiap yang saya lakukan, tentunya dalam hal kebaikan agar diri saya bisa tenang nantinya ketika saya telah meninggal dunia.
Saya ingin mereka memaafkan segala kesalahan yang saya lakukan baik sengaja maupun tidak disengaja. Andai kata saya meninggal nanti, saya ingin mereka menangis atas kepergian saya dan mengikhlaskan saya pergi untuk selamanya dan mendoakan saya agar saya di berikan tempat yang lapang, di jauhkan dari siksa dan azab-Nya, dan selalu ingat untuk mengunjungi makam saya.

4. Coba fikirkan orang-orang yang mempengaruhi dalam hidup anda. Dan selama ini anda belum pernah mengucapkan terima kasih padanya. Buat surat untuk orang tersebut/ sms/ telpon/ BBM.
Assalamualaikum wr, wb………
Ibu, selama ini saya belum pernah mengucapkan terima kasih secara terang-terangan kepada ibu. Tapi kali ini saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas semua kasih sayang ibu, cinta ibu, pengeluaran biaya sekolah saya selama saya sekolah dan kuliah.
Ibu, ucapan ini tidak sebanding dengan apa yang ibu perjuangkan untuk saya selama ini. Tapi perkenankanlah ibu, saya kali ini untuk melihat ibu tersenyum dan saya akan berusaha untuk tetap selalu menjadi anak ibu yang terbaik, dan saya ingin menjadi anak kebanggaan ibu, dan saya juga akan selalu ingat pesan ibu untuk selalu menjaga shalat tepat waktu.
Ibu, doakan anakmu selalu agar selalu tetap ingat kepada-Nya. Terima kasih banyak ibu, dan saya ingin cita-cita ibu pergi haji juga akan menjadi kenyataan. Saya juga mempunyai mimpi dan cita-cita, untuk pergi haji bersama ibu nanti, pasti!
Terima kasih soo much my mom…
Ketika saya beri surat ini kepada ibu, ibu menangis dan memeluk saya. Betapa saya terharu dan saya kemudian mengatakan kepada ibu bahwa surat ini hanya sebagian kecil dari usaha saya untuk mengucapkan terima kasih. Tetapi ibu sangat senang membacanya dan ibu yakin cita-citanya untuk naik haji pasti akan di kabulkan oleh Allah. Dengan begitu, saya semakin percaya, Allah pasti sedang melihat kami berdua dan mendengar permintaan ibu. Ya Allah, kabulkanlah cita-cita ibuku. Amin.

Ucapan terima kasih yang kedua saya ucapkan kepada kakak saya seorang.
Dialah kakak saya satu-satunya. Berhubung dia jauh dan tidak tinggal serumah dengan saya dan ibu, saya mengucapkan terima kasih padanya lewat sms. Saya sebenarnya ragu untuk mengirimkan sms itu, tapi saya kuatkan bahwa saya benar-benar ingin mengucapkan terima kasih kepadanya.
Lalu tidak berapa lama, kakak saya membalas sms saya. Dia katakan semua yang dia berikan kepada saya dilakukannya dengan ikhlas. Yang terpenting saya bisa sukses dan bisa kuliah. Dia rela untuk berhenti kuliah dan bekerja untuk saya. Saya sangat menyayangi kakak saya yang satu ini. Saya sangat mengerti segala pengorbanan kakak saya untuk saya tidaklah terhingga. Saya selalu doakan ia bahagia dan mendapatkan seseorang yang terbaik sebagai pendamping dalam hidupnya.

5. Bagaimana menghargai orang lain, misalnya, ketika ada teman kita yang presentasi dan kita merespon apa yang dilakukan oleh orang lain!
Saya pernah mengalami hal seperti ini. Beberapa hari yang lalu saya berulang tahun. Kemudian ada teman saya yang memberi sesuatu yang isinya ternyata adalah buku. Sesampainya di rumah saya membaca buku itu dan menurut saya itu adalah buku yang membosankan.
Saya tahu, dia memberi saya hadiah buku karena dia tahu saya sangat suka membaca. Tetapi, buku bacaan yang selalu saya baca bukanlah buku yang kata-katanya berat dan memusingkan kepala. Karena buku yang saya suka adalah buku yang isinya ringan-ringan dan buku –buku novel.
Tapi walaupun begitu, saya sangat menghargai pemberiannya. Saya katakan kepadanya, buku yang dia berikan sudah saya baca dan sangat menarik. Dan padahal sesungguhnya saya sama sekali belum menyentuh dan membaca buku itu sama sekali. Apapun yang diberi oleh orang lain, haruslah kita hargai. Walaupun itu terkadang kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan.

6. Bagaimana menikmati setiap kondisi/aktivitas yang kita tidak bisa menikmatinya. Ex: makan, minum, shalat, berjalan, merenung sejenak, dll!
Waktu terus berjalan, tak terasa telah banyak sekali jejak-jejak langkah yang telah saya jajaki dan tahapan-tahapan kehidupan yang telah saya lalui. Sejenak saya mengajak diri pribadi untuk berhenti. Berhenti sejenak, merenungi perjalanan hidup saya untuk saya ambil hikmah dan pembelajaran sebagai bekal perbaikan di masa-masa yang akan datang, sehingga saya mampu dan memiliki energi untuk melangkah lebih baik, maju berpuluh-puluh langkah kedepan. Setiap yang saya lakukan adalah episode hidup yang unik dan istimewa. Semoga tahap demi tahap episode hidup yang berisi beragam cita-cita, beragam ikhtiar dan beragam perjuangan yang telah saya lakukan untuk menjadi madani, untuk memperbaiki diri, dan segala aktivitas yang saya lakukan senantiasa diridhoi Allah SWT. Tentunya saya selalu berharap semoga dalam setiap detik saya senantiasa dibimbing-Nya agar dapat istiqomah dan dimudahkan dalam menegakkan dan menyemai nilai-nilai kebaikan.
Mahasuci Allah yang menciptakan waktu dan membolak-balikkan hati manusia di setiap jarum jam yang berdetik. Detik-detik pergantian jam, hari, bulan, dan tahun merupakan penandaan batas waktu. Namun saya perlu berhenti sejenak, menghentikan aktivitas, meletakkan tugas-tugas kuliah yang beragam, dan melepaskan kepenatan pikiran. Berhenti. Sejenak. Sejenak. Sejenak saja. Berhenti. Tak ada salahnya mencoba melupakan masalah yang tengah mendera. Sejenak. Lupakan. Saya mencoba diri saya dari beban kepenatan itu untuk merenung, merenung dan merenung.
Saya kembali merenungi hari- hari yang saya lalui. Ingat-ingat kembali masa-masa yang telah lalu, sebagaimana pesan Rosululloh SAW, Ingatlah 5 perkara sebelum datang 5 perkara. Waktu muda sebelum datang waktu tua, Waktu sehat sebelum datang waktu sakit, Masa kaya sebelum datang masa kefakiran, Masa luang sebelum datang masa sibuk, Hidup sebelum datang kematian.
Saya tayang ulang kembali semua yang telah saya lakukan selama ini. Apakah hanya itu yang saya cari dalam hidup ini? Apa saya puas dengan pencapaian saya saat ini? Apakah saya bahagia dengan amal dan kebaikan saya? Mungkin saja saya mulai berhasil menggenggam dunia: menguasai kemegahannya, mereguk kebanggaan, meraih kepuasan, dan mengecap kenikmatannya.
Kesuksesan dan kegagalan tak lebih dari atribut kehidupan. Itu semua sekadar ujian. Berapa besar yang telah saya manfaatkan, saya salurkan, saya kontribusikan, dan saya dedikasikan untuk kemaslahatan dan kebaikan hidup?
Saya merasa iri dengan orang-orang yang tidak pernah merasa miskin untuk berikhtiar dengan lurus dan jujur tanpa pernah luntur. Gegap gempita dan keramaian zaman tak membuatnya lepas kendali untuk menikmati kelezatan hidup. Niatan hati bersih yang memenuhi hari adalah pensuci tugas. Tugas kuliah bukan lagi sekadar kesibukan, pelepas kewajiban kepada orang tua, bukan perburuan nilai/ IP. Kuliah dengan niat ikhlas naik tingkat menjadi ibadah, pengabdian, keluhuran, dan kemuliaan.
Niat saya untuk mengisi hari-hari ke depan disuguhkan pilihan pada dua jalan: jalan ketaatan atau jalan pelanggaran. Itulah kehidupan yang hendak saya capai. Pintu mana yang saya pilih? Kalau saya, saya memberi ruang untuk diri saya eksis dalam kegiatan-kegiatan yang bermanfaat di mana saja itu ingin saya menikmatinya. Serta saya bisa menikmati hidup ini dengan segala pernak pernik yang indah di dalamnya, dan menjadi sesuatu yang rahmatan lil ‘alamin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s