Contoh Laporan Deteksi Dini Kecenderungan Gangguan Keterlambatan Bicara

Standar

HASIL DETEKSI DINI
KECENDERUNGAN GANGGUAN KETERLAMBATAN BICARA
A. IDENTITAS SISWA

a. Biodata Siswa
Nama anak : Widhi Aditya Ramadhan
Inisial : A
Tempat & tanggal Lahir : Pekanbaru, 02 Oktober 2006
Pendidikan : TK B
Kelas : B-1
Anak ke : 1
Jumlah saudara : 2
Riwayat Penyakit : Pernah menderita step dan campak
Ciri-ciri fisik : Adit memiliki perawakan tubuh yang sedang-sedang,tingginya kira-kira 95 cm, rambutnya dipotong tipis dan berwarna hitam. Wajahnya bulat dan kulitnya berwarna cokelat sawo matang. Giginya kecil-kecil dan rapi. Di dalam berpakaian, subjek terlihat cukup rapi, baik dari segi rambut dan hal yang lainnya, apa lagi hal yang berhubungan dengan peralatan sekolahnya subjek selalu lengkap.

b. Biodata Orang tua
Nama Orang tua :

• Ayah : Budhi Haryanto
• Ibu : Winarni
Pekerjaan Orang tua :

• Ayah : Wiraswasta
• Ibu : Wiraswasta
Alamat Orang tua : Jln. Kartama Gg. Mushalla B. Muttaqin

B. HASIL OBSERVASI

1. Observasi I
Hari/Tanggal : Rabu, 22 Mei 2013
Waktu : 09. 30- 10. 00
Lokasi : Kelas TK B

Deskripsi Hasil Observasi

Hari ini A melakukan kegiatan menulis bersama teman-teman lainnya. Ia menunggu giliran sebelum namanya dipanggil untuk mengambil buku tugas. Dan saat ia mendapatkan buku tugas ia mencari tempat bersama teman-temannya untuk mulai mengerjakan tugas. A mulai mengerjakan tugas, selain itu A juga memperhatikan perintah gurunya tentang tugas apa yang harus dibuat. A sangat senang menulis, walaupun teman-temannya berlarian kesana-kemari tapi A tetap fokus dengan apa yang diperintahkan gurunya. A ingin segera tugasnya cepat selesai, tetapi A malah ketinggalan dalam membuat tugas di kelas, karena A terlihat sangat lamban dalam menulis. Walaupun begitu, tulisan A sangat rapi dan bagus, tidak ada huruf-huruf yang ketinggalan dalam suatu kata yang ditulis oleh A.
Perlu menjadi catatan disini, selama mengerjakan tugas A tetap fokus. Kemudian A dan teman-teman lain meninggalkan satu persatu untuk menyerahkan tugas, sementara A masih belum setengahnya. Pada saat itu baris pertama telah selesai, dan setengah dari baris kedua, tapi A tetap fokus dengan tugas yang dibuatnya. Dan pada akhirnya A selesai mengerjakan tugas, jauh terlambat dari teman-teman lainnya yang telah lebih dulu selesai.

2. Observasi II

Hari/Tanggal : Jumat, 24 Mei 2013
Waktu : 08.15-09.00
Lokasi : Lapangan TK Al-Shavera

Kegiatan Sebelum masuk kelas

Sebelum masuk ke kelas A bersama teman-temannya harus melakukan senam. Pada kegiatan ini, A sebenarnya masih berada di dalam barisan. A tampak semangat melakukan senam. Kemudian A berteriak memanggil gurunya, dengan bicaranya yang kurang jelas, A mengatakan ke gurunya kalau A ingin senam di barisan yang paling depan. A sangat percaya diri, walaupun sebenarnya dia tidak bisa senam tapi A tetap ingin maju menjadi komando untuk teman-temannya yang lain. A kelihatan lucu dan bergoyang mengikuti musik senam dengan gerakan yang sembarangan sesuka hati A.

3. Observasi III

Hari/Tanggal : Selasa, 28 Mei 2013
Waktu : 08. 30- 09. 00
Lokasi : Kelas TK B

Hari ini A dan teman-temannya melakukan kegiatan praktek shalat. A mendengarkan perintah gurunya dengan khidmat. Mereka membuat barisan shaf seperti layaknya shalat yang sebenarnya. Ketika gurunya menanyakan kepada muridnya siapa yang ingin menjadi imam shalat, A langsung tunjuk tangan. Kemudian gurunya menyuruh A untuk maju dan memimpin shalat untuk teman-temannya.
A maju dan mengucapkan lafal-lafal shalat dengan bacaan yang tidak jelas. Tetapi A tetap terus saja membaca ayat-ayat yang di hafalnya. Walaupun bacaan shalat A belum sempurna, gurunya sangat mengapresiasi tindakan A. A berani tampil dan tidak malu-malu untuk maju menjadi imam. Teman-teman A juga tahu kalau A mengalami bicara yang tidak sempurna, sehingga teman-temannya tidak ada yang mengejek A ataupun yang mentertawai tindakan A. A sangat antusias dalam melakukan praktek shalat hari ini.

4. Observasi IV

Hari/Tanggal : Rabu, 29 Mei 2013
Waktu : 09. 00- 09. 30
Lokasi : Kelas TK B

Hari ini anak-anak TK B melakukan kegiatan simulasi untuk tampil membaca ayat di depan. Anak-anak mulai membentuk leter U dan mencoba mendengarkan perintah gurunya. A duduk dikursinya sendiri berwarna biru dan A mencoba untuk tetap fokus. Ketika gurunya menanyakan siapa yang ingin maju duluan. A langsung tunjuk tangan dan bersiap maju. Tapi gurunya ingin anak yang lain maju duluan. Karena gurunya tahu A pasti belum lancar.
Akhirnya A menurut, A kembali duduk di kursinya. A kemudian mulutnya komat-kamit mencoba membaca ayat sendiri. Sepertinya A sudah belajar di rumah agar bacaan ayatnya bagus. Dan A ingin maju duluan. Keterlambatan bicara A mampu membuat A selalu berusaha bicara dengan benar dan tidak setengah-setengah dalam berbicara.

C. HASIL WAWANCARA

a. Hasil Wawancara I
Hari : Rabu,
Tanggal : 29 Mei 2013
Waktu : 09.50-10.00
Sumber : Ibu Ita ( Wali Kelas)

Deskripsi Hasil Wawancara

Wawancara pertama ini bersumber dari wali kelas A, yakni ibu Ita. Dari hasil wawancara pertama ibu Ita mengatakan A adalah anak yang mengalami keterlambatan bicara. Bila A mengucapkan sesuatu atau kalimat membuat orang tidak mengerti apa yang di ucapkan oleh A. Tetapi dari hasil penuturan wali kelas A, A walaupun mengalami gangguan bicara, cara belajar A di kelas cukup bagus. Nilai –nilai tugas yang di buat oleh A juga mendapatkan nilai yang bagus. Hanya saja bicara A yang sulit untuk di pahami.
Menurut pengakuan wali kelas A, A pernah mengalami riwayat penyakit step, dan A mengalami sakit yang cukup lama. Dan sejak itu A mulai sulit untuk berbicara dengan baik , tetapi ketika di beri perintah oleh gurunya di kelas, A tetap mengerti dan mengerjakan tugas sesuai yang dikatakan oleh gurunya.

b. Hasil Wawancara II

Hari : Kamis
Tanggal : 30 Mei 2013
Waktu : 09. 00- 09. 30
Sumber : Ibu Ita 9( Wali Kelas)

Deskripsi Hasil Wawancara II

Dari hasil wawancara ini kembali dikuatkan bahwa A merupakan anak yang sulit bicara. Sehingga membuat teman-temannya kurang tahu apa yang di ucapkan oleh A. Walaupun begitu teman-teman A memahami A. Teman-teman A sudah di beri tahu oleh wali kelasnya, bahwa A kurang dalam bicaranya, tidak seperti anak-anak se usianya.
Bagi wali kelas A, cara A belajar walaupun mengalami gangguan dalam bicaranya, tetap fokus dengan apa yang di perintahkan oleh gurunya. Wali kelas A juga mengatakan bahwa ada satu titik peningkatan kemajuan dalam kognitif A. Hal ini mungkin karena adanya pola asuh yang baik dari orangtua A.

D. HASIL ASSASMENT MENGGUNAKAN SKREENING

Berdasarkan hasil screening yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa ada beberapa keterlambatan bicara yang ditunjukkan oleh Siswa, hal tersebut antara lain yaitu :
a. Mengalami keterlambatan bicara, hal ini dapat dilihat saat Adit berbicara. Baik kepada gurunya maupun teman-temannya. Dan juga pada saat praktek shalat. Meskipun A maju dan menjadi imam, Adit sangat percaya diri walaupun dia sulit mengucapkan kata-kata.
b. Sulit untuk memulai percakapan dengan orang lain, seperti saat Adit bertemu dengan orang lain yang tidak di kenalnya. Sehingga harus memerlukan bantuan dari gurunya untuk bisa mengetahui apa ucapan yang dikatakan oleh Adit.
c. Tidak dapat melafalkan beberapa huruf vokal. Di mana dalam hal ini Adit sering tidak lengkap mengucapkan kata-katanya. Seperti Adit tadi jatuh, maka Adit akan mengatakan Di Dit atuh. Sering kalimat yang di ucapkan Adit tidak sempurna.
d. Mengamuk tiba-tiba ketika tidak merasa nyaman. Tapi Adit bisa stabil ketika gurunya sudah menenangkannya.

E. PEMBAHASAN

1. DASAR TEORI
A. Pengertian
Keterlambatan bicara adalah salah satu penyebab gangguan perkembangan yang paling sering ditemukan pada anak. Gangguan ini semakin hari tampak semakin meningkat pesat. Beberapa laporan menyebutkan angka kejadian gangguan bicara dan bahasa berkisar 5 – 10% pada anak sekolah. Penyebab gangguan bicara dan bahasa sangat luas dan banyak, terdapat beberapa resiko yang harus diwaspadai untuk lebih mudah terjadi gangguan ini.
Semakin dini kita mendeteksi kelainan atau gangguan tersebut maka semakin baik pemulihan gangguan tersebut Semakin cepat diketahui penyebab gangguan bicara dan bahasa pada maka semakin cepat stimulasi dan intervensi dapat dilakukan pada anak tersebut.
Deteksi dini gangguan bicara dan bahasa ini harus dilakukan oleh semua individu yang terlibat dalam penanganan anak ini, mulai dari orang tua, keluarga, dokter kandungan yang merawat sejak kehamilan dan dokter anak yang merawat anak tersebut. Pada anak normal tanpa gangguan bicara dan bahasa juga perlu dilakukan stimulasi kemampuan bicara dan bahasa sejak lahir bahkan bisa juga dilakukan stimulasi sejak dalam kandungan. Dengan stimulasi lebih dini digarapkan kemampuan bicara dan bahsa pada anak lebih optimal, sehingga dapat meningkatkan kualitas komunikasinya. Penanganan keterlambatan bicara dilakukan pendekatan medis sesuai dengan penyebab kelainan tersebut. Biasanya hal ini memerlukan penanganan multi disiplin ilmu di bidang kesehatan, di anataranya dokter anak dengan minat tumbuh kembang anak, Rehabilitasi Medik, Neurologi anak, Alergi anak, atau klinisi atau praktisi lainnya yang berkaitan.
Gangguan keterlambatan bicara mendeskripsikan adanya hambatan pada kemampuan bicara dan perkembangan bahasa pada anak-anak, tanpa di sertai keterlambatan aspek perkembangan lainnnya. Pada umumnya mereka mempunyai perkembangan intelegensi dan sosial emosional yang normal. Menurut penelitian, problem ini terjadi atau di alami 8-10% anak-anak pra sekolah dan lebih cenderung di alami anak laki-laki dari pada perempuan.
Di awal usia batita, anak mulai mampu mengucapkan kata yang memiliki makna. Meski kebanyakan kata tersebut masih sulit dipahami karena artikulasi ( pengucapanya) masih belum baik. Perlu di ketahui juga, kemampuan batita dalam berbicara di pengaruhi kematangan oral motor ( organ-organ mulut). Sementara kemampuan yang menunjang perkembangan bahasa di antaranya kemampuan mendengar, artikulasi, fisik ( perkembangan otak dan alat bicara), dan juga lingkungan.
Gangguan bahasa dan berbicara adalah salah satu penyebab gangguan perkembangan yang paling sering ditemukan pada anak. Keterlambatan bicara adalah keluhan utama yang sering dicemaskan dan dikeluhkan orang tua kepada dokter.

B. Gejala
Beberapa tanda dan gejala yang harus diwaspadai bila anak mengalami keterlambatan bicara. Berbagai gejala tersebut dapat dilakukan sesuai tahapan umur anak. Mendeteksi gangguan perkembangan bicara sesuai tahapan, tetapi secara umum dapat dilihat dari saat pertambahan usia kemampuan bicaranya menurun (1) bila sebelumnya sering mengoceh kemudian mengocehnya menghilang atau (2)Sebelumnya bisa mengucapkan kata mama dan papa kemudian menghilang harus dicermati ada masalah dalam perkembangan bicara.
Deteksi dini lain adalah keterlambatan sesuai dengan tahapan usia sebagai berikut :
4 – 6 BULAN
• Tidak menirukan suara yang dikeluarkan orang tuanya;
• Pada usia 6 bulan belum tertawa atau berceloteh
8 – 10 BULAN
• Usia 8 bulan tidak mengeluarkan suara yang menarik perhatian;
• Usia 10 bulan, belum bereaksi ketika dipanggil namanya;
• 9-10 bln, tidak memperlihatkan emosi seperti tertawa atau menangis
12 – 15 BULAN
• 12 bulan, belum menunjukkan mimik;
• 12 bulan, belum mampu mengeluarkan suara;
• 12 bulan, tidak menunjukkan usaha berkomunikasi bila membutuhkan sesuatu;
• 15 bulan, belum mampu memahami arti “tidak boleh” atau “daag”;
• 15 bulan, tidak memperlihatkan 6 mimik yang berbeda;
• 15 bulan, belum dapat mengucapkan 1-3 kata;
18 – 24 BULAN
• 18 bulan, belum dapat menucapkan 6-10 kata; tidak menunjukkan ke sesuatu yang menarik perhatian;
• 18-20 bulan, tidak dapat menatap mata orang lain dengan baik
• 21 bulan, belum dapat mengikuti perintah sederhana;
• 24 bulan, belum mampu merangkai 2 kata menjadi kalimat;
• 24 bulan, tidak memahami fungsi alat rumah tangga seperti sikat gigi dan telepon;
• 24 bulan, belum dapat meniru tingkah laku atau kata-kata orang lain;
• 24 bulan, tidak mampu meunjukkan anggota tubuhnya bila ditanya
30 – 36 BULAN
• 30 bulan, tidak dapat dipahami oleh anggota keluarga;
• 36 bulan, tidak menggunakan kalimat sederhana, pertanyaan dan tidak dapat dipahami oleh orang lain selain anggota keluarga;
3 – 4 TAHUN
• 3 tahun, tidak mengucapkan kalimat, tidak mengerti perintah verbal dan tidak memiliki minat bermain dengan sesamanya;
• 3,5 tahun, tidak dapat menyelesaikan kata seperti “ayah” diucapkan “aya”;
• 4 tahun, masih gagap dan tidak dapat dimengerti secara lengkap

C. Penyebab Keterlambatan Bicara
Ada beberapa faktor yang menyebabkan keterlambatan bicara pada anak, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Hambatan pendengaran
Pada beberapa kasus, hambatan pada pendengaran berkaitan dengan keterlambatan bicara, maka dia akan mengalami hambatan pula dalam memahami, meniru, dan menggunakan bahasa. Salah satunya adalah karena infeksi telinga.
2. Hambatan perkembangan pada otak yang menguasai kemampuan oral-motor
Masalah pada oral –motor di otak dapat menyebabkan adanya ketidakefisienan hubungan daerah otak yang bertanggung jawab menghasilkan bicara. Akibatnya, si anak mengalami kesulitan menggunakan bibir, lidah, bahkan rahangnya untuk menghasilkan bunyi rangsang tertentu.
3. Masalah Keturunan
Sejauh ini masalah keturunan balum dapat di teliti korelasinya dengan etologi dari hambatan pendengaran. Namun, pada beberapa kasus dimana seorang anak mengalami keterlambatan bicara, ditemukan kasus serupa pada generasi sebelumnya atau pada keluarganya. Dengan demikian, kesimpulan sementara hanya menunjukkan adanya kemungkinan masalah keturunan sebagai salah satu faktor yang mempengaruhinya.
4. Masalah pembelajaran dan komunikasi dengan orangtua
Masalah komunikasi dan interaksi dengan orangtua tanpa disadari memiliki peran penting dalan membuat anak mempunyai kemampuan bicara dan berbahasa yang tinggi. Banyak orangtua yang tidak menyadari bahwa cara mereka berkomunikasi dengan si anaklah yang juga membuat si anak tidak banyak mempunyai pembedaharaan kata, kurang dipacu untuk berfikir logis, analisa atau membuat kesimpulan dari kalimat-kalimat yang sangat sederhana sekalipun.
5. Anak-anak yang diasuh oleh orangtua/ pengasuh yang pendiam sering kali terjadi kurang terstimulasi. Begitu juga anak-anak yang setiap hari kegiatannya hanya menonton TV. Anakpun misalnya hanya menunjuk-nunjuk apa yang di inginkan.
6. Adanya keterbatasan fisik
Adanya keterbatasan fisik seperti pendengaran kurang sempurna, bibir sumbing dan sebagainya juga bisa merupakan penyebab keterlambatan bicara pada anak.
7. Penyakit yang mengganggu fungsi bicaranya.
Kasus yang sering ditemui seperti anak yang pernah mengalami penyakit step, maka anak akan mengalami keterlambatan dalam bicaranya. Meskipun itu bukan satu-satunya faktor. Hanya saja dengan gangguan fungsi otot mulutnya dapat menyebabkan keterlambatan bicara.

2. ANALISIS
Setiap anak sebenarnya memiliki ciri dan keunikan masing-masing, termasuk Adit. Sehingga tidak serta mula setiap anak bisa digeneralisasikan mendapatkan diagnosis suatu gangguan dikarenakan apa yang mendominasi terlihat pada perilaku anak tersebut.
Dalam kasus Adit, dari teori yang saya dapatkan, faktor lingkungan juga berpengaruh terhadap kemampuan berbicara anak. Gangguan bicara anak juga berhubungan erat dengan area lain yang mendukung seperti fungsi otot mulut dan fungsi pendengaran. Gangguan perkembangan artikulasi meliputi kegagalan mengucapkan satu huruf sampai beberapa huruf. Sering terjadi penghilangan atau penggantian bunyi huruf itu sehingga menimbulkan kesan bahwa bicaranya kurang sempurna. Selain ada juga yang dinamakan dengan Afasia, yakni kehilangan kemampuan untuk membentuk kata-kata atau kehilangan kemampuan untuk berbicara dengan baik dan jelas.
Dalam hal ini Adit juga memiliki riwayat perkembangan bahasa yang normal, dan memiliki onset setelah trauma kepala atau gangguan neurologia seperti penyakit step. Setelah mengalami step Adit mulai sulit untuk mengatur pengucapannya dengan baik. Dari hasil wawancara, Adit mengalami Step cukup lama sehingga kemungkinan berpengaruh pada fungsi otot mulutnya, sehingga mengakibatkan Adit mengalami keterlambatan bicara.

F. KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan data yang diambil baik melalui wawancara ataupun observasi. Adit mengalami gangguan bicara yang tidak sama dengan teman-teman seusianya. Dari hasil wawancara dengan wali kelas Adit, Adit pernah mengalami riwayat penyakit step yang cukup lama. Semenjak itu, Adit sulit untuk melafalkan suatu kata kepada orang lain.
Tetapi walaupun begitu, Adit mengerti dengan penjelasan gurunya ketika menerangkan. Hal ini bisa terlihat dari tugas-tugas di kelas yang di berikan oleh gurunya. Adit tidak terlalu bermasalah dengan nilai-nilainya. Sebab dari praktek penulis, buku-buku sekolah Adit mendapatkan nilai yang cukup bagus. Tulisan Adit di buku sekolahnya juga cukup rapi. Tidak seperti saat berbicara yang sering ketinggalan dalam berbicara.
Dari hasil yang saya lakukan sepertinya Adit memang perlu pengawasan yang lebih intensif dari orangtuanya agar Adit bisa dilatih berbicara sesering mungkin. Dengan melakukan pola asuh yang baik dan selalu mengajak Adit berbicara, maka akan membantu kepiawaian Adit dalam berbicara.

DAFTAR PUSTAKA

Hurlock B. Elizabeth. 1978. Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga
Tial Van MJ. 2007. Anakku Terlambat Bicara. Jakarta: Prenada Media Group
http://nafascintaku2011.blogspot.com/2012/11/faktor-hambatan-berbicara-pada-anak.html. Di Undu Hari Selasa, 4 Juni 2013. Pukul 12. 30 wib
http://www.keterlambatan-bicara.blogspot.com/. Di Undu Hari Selasa, 4 Juni 2013. Pukul 12. 30 wib

LAMPIRAN

1. SURAT KETERANGAN PRAKTIKUM DARI FAKULTAS
2. SURAT KETERANGAN TELAH PRAKTIKUM DARI TK AL-SHAVERA
3. KARTU MONITORING
4. SKREENING
5. VERBATEEM WAWANCARA
6. DOKUMENTASI

VERBATEEM WAWANCARA

Wawancara Pertama
Hari : Rabu,
Tanggal : 29 Mei 2013
Sumber : Ibu Ita ( Wali Kelas)
No. Iter Itee
1. Assalamualaikum buk, mau nanya-nanya nih buk tentang Adit, menurut ibuk Adit itu gimana sih buk? Sebenarnya sama dengan anak lainnya, hanya bicaranya saja yang terganggu, sehingga terkadang kedengaran kurang jelas, dan tidak di mengerti.

2. Misalnya gimana buk? Misal nantikan di suruh siapa bisa cerita di depan kelas, gak pake lama-lama si Adit langsung tunjuk tangan tuh nanti, dia orangnya percaya dir banget, jadi ya….itu sih kita sebagai guru sangat suka dengan keaktifan dia, walaupun dia sulit berbicara dengan baik. Kalau dia nangis juga biasanya cepat diam, karena kayaknya dia itu gak kayak anak-anak lain yang kalo nangis lama banget, tapi kalau Adit kalau udah ibuk diemin dan dia bisa diem tuh asal kita panggil siapa yang ganggu Adit, nanti yang ganggu Adit itu ibuk pukul icak-icak, dan Adit mengira mukulnya beneran, sehingga Adit udah yahu yang ganggu dia udah ibuk hukum…jadi seperti itu….

3. Kalau buat tugas dari gurunya gimana buk? Kalau buat tugas dia ngerti kok, Cuma gangguan bicaranya aja yang terganggu. Nilai-nilainya bagus, Cuma memang agak lama kalau mengerjakan tugas. Ya itu dia mungkin dia terlalu hati-hati juga kalau ngerjain tugas, liat aja bukunya rapi tulisannya. Dia kalau belajar konsentrasi dan juga selalu fokus.

Wawancara Dua

Hari : Kamis
Tanggal : 30 Mei 2013
Sumber : Ibu Ita

No Iter Itee
1. Buk kalo dalam kegiatan Adit itu gimana anaknya? Dia apapun kegiatan dia mau dia lakukan, dia anaknya nurut dengan apa aja yang diperintahkan oleh gurunya.
2. Kalau bersosialisasi dengan teman-temannya gimana buk? Dia bisa kok bersosialisasi dengan teman-temannya, kalau ibuk ajak dia bicara atau cerita gitu, dia pasti lebih milih main sama teman-temannya, walaupun bicaranya itu yang sulit di mengerti, tapi teman-temannya gak ada yang ngejek dia, palingan kalau dia salah gitu dia nangis, tapi kalau udah ibuk diemin dia bisa berhenti nangisnya, dia itu Cuma perlu kita ada di dekat dia supaya dia selalu dapat perhatian.
3. Jadi biasanya gimana ngatasinya buk? Yang penting kegiatan dia dikutkan, orangtuanya juga udah pesan ke ibuk kalau dia memang perlu perhatian lebih dari pada anak-anak yang lainnya. Ibuk juga mengerti, jadi ibuk selalu perhatikan dia baik-baik kalau di sekolah. Dia anaknya baik sama guru, sama teman-temannya, soalnya dia sering bawa makanan banyak, trus nanti dibagiin ke teman-temannya, pokoknya dia itu bicaranya aja yang terganggu….
4. Dirumah giman thu ya buk, orang tuanya ada ngomong nggak? Di rumah kayaknya orangtua juga selalu melatih kepiawaian Adit dalam bicara, karena semenjak Adit sakit step itu dia langsung mengalami gangguan bicaranya. Dia sakit stepnya cukup lama, jadi kemungkinan berpengaruh ya sama bicaranya, sehingga dia sekarang mengalami gangguan keterlambatan bicara, sehingga gak kayak anak-anak lainnya yang bisa dimengerti, kalau Adit ini kita harus ngerti dulu apa yang dibilangnya, kalau gak kita gau tahu apa yang dibilangnya nanti.
5. Kalau prestasi Adit gimana buk? Prestasi gitu, disinisih tidak ada yang paling baik, yang ada thu perkembangan sesuai dengan yang diharapkan, berkembang dengan baik, bukan kayak A-B-atau C, itu di dasarkan observasi
Semua kegiatannya ada adapnya, ada masuk kamar mandi, sebelum belajar dan lainya, kek misalnya bertangggung jawab pada kegiatan yang dilakukan, mengembalikan kembali alat mainnya.
Kalau dilihat dari buku-buku sekolahnya nilainya cukup bagus, walaupun tidak seperti anak yang pintar. Dia mengerti dengan apa yang dikatakan oleh guru. Dan Adit termasuk anak yang rajin mengerjakan tugas dari gurunya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s