Hanya Sebuah Essey Tak Jadi

Standar

Ini tulisan dadakan. Rencananya bakal dikumpulin buat persyaratan psychopaper. Tapi rasa saya tulisan ini salah format. Untung saja tulisan ini tidak jadi saya kumpulkan karena kendala beberapa hal.
Awalnya saya di telpon oleh salah seorang teman yang dia super sibuk, hingga dia lupa untuk memberi informasi tentang psychopaper ini. pagi-pagi jam 06. 00 wib dia telpon saya. Dia bilang kalau kami disuruh untuk membuat essey tentang motivasi diri dan cara memotivasi orang lain.
Saya langsung kaget. Kok dadakan gini. Tapi ya sudahlah namanya juga usaha. Saya langsung buat setelah dia tutup telponnya. Saya bingung buat apa, ceritanya gimana. Tapi saya paksakan untuk buat, buat, dan buat. Soalnya hari ini terakhir.
Dengan semangat saya buat dengan tulis tangan tangan terlebih dahulu, karena laptop saya waktu itu dipinjam oleh kakak saya. Nanti sampai di kampus rencananya mau ngetik pake laptop teman. Sekali lagi namanya juga usaha. Hehehe…mana tau terpilih.
Tapi alih-alih…..
Semuanya terlambat. Berhubung essey ini dikumpulin dengan Wakil Dekan, tapi karena sudah terlambat tidak diterima lagi. Dengan begitu, mungkin cara Tuhan memberi jalan saya untuk menjadi penulis di blog sendiri saja yang tidak seberapa ini. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi renungan.
Sebagai Mahasiswa Berprestasi di Psikologi saya hanya berperan sedikit saja, tapi saya yakin peran saya lebih besar di luar. Karena saya ingin berperan menghasilkan karya. Belajar menulis, menulis, dan menulis.
Letak kesuksesan seseorang ada pada jalannya masing-masing. Mungkin jalan saya tidak disana. Saya memiliki jalan yang lebih sukses dari mereka sang Mahasiswa Berprestasi di Psikologi. Amin. Selalu belajar dan mengajarkan setiap ilmu yang kamu miliki. Ayolah…semangatku adalah semangatmu.
Aku bukan mereka. Aku adalah diriku sendiri. Aku tahu jalan suksesku. Walaupun paper ini tidak saya kumpulkan dengan wakil dekan, saya akan kumpulkan cerita ini menjadi buku inspirasi buat anda-anda semua. Amin.
Aku ingin menjadi penulis!
Check it …..
Setiap orang tentu memiliki cita, cinta, dan harapan. Sehingga setiap individu akan memotivasi dirinya untuk berjuang dan mendapatkan yang terbaik untuk dirinya.
Dengan adaya motivasi dari dalam diri, segala hal apapun yang membuat diri kita down akan menjadi cambukan yang keras bahwa kita pasti bisa menjadi seperti yang diri kita inginkan.
Dimulai dari diri sendiri. Saya sendiri sering merasa bahwa diri saya tidak mampu untuk melakukan sesuatu. Sesuatu yang itu mungkin sulit bagi saya mendapatkannya. Semenjak saya masih kecil, pertama kali menginjakkan kaki di kelas Sekolah Dasar, saya melihat teman-teman saya sudah pada pandai menulis. Ketika Ibu guru menuliskan huruf termudah, seperti huruf i, c, dan o di papan tulis, teman-teman saya yang lain sudah bisa menuliskan dan langsung dikumpul. Sedangkan saya hanya bisa terpaku karena saya sama sekali tidak pernah di ajarkan untuk menulis di rumah oleh orangtua. Untungnya, saya waktu itu sebangku dengan teman yang sangat baik hati dia yang menuliskan tugas tiga huruf tadi dan dia juga yang mengumpulkan di depan Ibu guru.
Saya hanya terdiam, mengapa saya bisa sebodoh itu, menulispun saya tidak bisa. Mulai hari itu, saya langsung kerumah dan saya belajar sendiri tanpa ada guru les privat seperti saat sekarang ini. Saya belajar otodidak. “ saya harus bisa menulis”jerit hati saya. Saya menangis sendiri waktu itu tanpa ada yang tahu. Mungkin kebanyakan anak sekolah dasar tidak ada yang sampai begitu nekatnya untuk belajar menulis.
Pendek cerita, akhirnya pada caturwulan pertama nilai saya masih pas-pasan menurut saya, karena saya hanya dapat ranking empat. Teman saya yang membantu menuliskan tiga huruf itu, mendapat juara satu. Saya mengucapkan selamat kepadanya atas keberhasilannya meraih juara.
Dengan tekad yang bulat, saya mulai rajin belajar di rumah. Masih secara otodidak. Karena siapa yang bisa aku andalkan? Di keluargaku hanya ada aku, Bapak, Ibu, dan kakak. Itu dulu. Sekarang hanya ada aku, Ibu, Kakak. Bapak sudah meninggal di 30 November 2011.
Saya mau belajar sama kakak, kakak saya sekolah dipesantren dan asrama, jadi tidak tinggal dirumah. Belajar sama Bapak, Bapak saya selalu bilang “ masa gitu aja gak bisa” tanpa saya balas perkataannya, saya diam saja. Sebenarnya hati saya juga bilang “ masa nulis gini aja kok gak bisa sih” saya tersenyum kecut. Ahh….saya yang tidak mau belajar atau saya yang bodoh. Bapak selalu mengajarkan saya untuk belajar sendiri terlebih dahulu, kalau tidak bisa baru bertanya dengan Bapak.
Bapak saya hanyalah tamatan SMP. Tulisan tangannya bagus, mengalahkan tulisan tangan orang sekolahan sarjana, pemikirannya luas mengalahkan seorang praktisi politik, Bapak juga bisa bahasa apa saja karena pergaulannya yang luas. Walaupun dengan kata hanya “hanyalah tamatan SMP” Bapaklah yang menjadi teladan dimasyarakat, Bapak dikenal sebagai tokoh masyarakat, keberanian beliau melebihi seorang tamatan sarjana yang hanya bisa diam menunggu perintah. Bapak berani melakukan apa saja demi anak-anaknya. Bapak saya rela banting tulang dengan segala tenaganya. Cintanya kepada anak-anaknya melebihi cintanya pada dirinya sendiri.
Sedangkan Ibu saya tematan Sekolah Dasar. Dan ibu sangat patuh denga bapak. Ibu saya adalah ibu yang lembut, penyayang, dan beliaulah yang selalu mengingatkan saya bahwa semua yang saya lakukan harus niat karena Allah, dan jangan pernah sombong dengan orang lain.
Bapak, ibu, kakak adalah motivasi utama saya dalam segala hal yang saya lakukan. Karena adanya mereka saya tumbuh dan berkembang. Bersikap lebih dewasa dan meraih kesuksesan. Meraih cita-cita menjadi seorang psikolog/ dosen dan menjadi penulis profesional.
Harapan kesuksesan yang senantiasa bersemayam dilubuk hati sang ibu dan kakak yang selama ini selalu berada disekeliling saya. Menemani saya. Mendukung segala aktivitas kegiatan yang saya lakukan. Merekalah yang menjadi motivasi dalam hidup saya. Allahussamiul’alim.
Di caturwulan ke dua sekolah dasar, disitulah saya mulai membuktikan pada orangtua, saya berhasil meraih juara satu sampai saya dikelas enam sekolah dasar. Dan saya juga sudah mulai bisa menulis. Guru-guru sayapun senang dengan tulisan saya. Setelah itu saya melanjutkan ke pesantren darel hikmah di pekanbaru. Itu memang tujuan saya. Saya ingin seperti kakak saya sekolah dipesantren. Berada dipesantren memang berbeda dengan tinggal bersama orangtua. Yang penting saya punya motivasi. Saya punya cita-cita. Saya masih tetap menulis dan berhasil mengikutinkegiatan menulis yang diadakan oleh gubri. Saya sangat senang bisa terpilih.
Setelah tamat pesantren enam tahun mts dan aliyah, saya berhasil masuk lulus jalur pbud di uin suska riau. Dan alhamdulillah saya juga masuk di fakultas yang saya inginkan yaitu psikologi.
Selain itu, cara saya memotivasi orang lain adalah dengan memberikan semangat dan dukungan kepadanya. Saya selalu mengatakan pada mereka ‘ikutilah passionmu” kamu passion apa? Lalu kamu sudah tahu passion kamu apa, pasti kamu lebih mudah menjalankannya. Jangan suka ikut-ikutan orang lain kalau kamu tidak tahu apa yang mau kamu lakukan. Kalau kamu takut, obatnya adalah mencoba hal yang kamu takutkan itu. Dengan mencoba kamu akan tahu kekurangan kamu dimana. Dan coba, coba, coba.
Tidak ada orang yang berhasil tanpa terlebih dahulu mencoba dan mencoba. Seperti thomas alva edison, graham bell dll. Mereka bukan hanya sekali mencoba tetapi berkali-kali mencoba.
Selain itu, buku-buku motivasi juga berguna untuk dibaca-baca untuk memacu adrenalin lebih bersemangat lagi, membantu orang lain yang bingung dengan passionnya apa. Kalau kamu suka menulis, mulailah menulis dengan hal-hal yang sederhana dan ringan bisa jadi tentang yang kamu lihat, kamu dengar dan kamu rasakan. Kalau kamu suka jualan, memulai usaha online bagus juga tuh. Apapun passionmu, pastilah yang bermanfaat bagi orang lain. Jadilah agent of change . dan niatkan untuk mencari ridha Allah swt. Amin. Selamat berjuang menemukan passionmu ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s