Laporan Praktikum Konseling Pada Mahasiswa

Standar

HASIL PRAKTIKUM KONSELING

A. Biodata subjek

1. Nama : RR
2. TTL : Rokan Hilir, 21 Juni 1992
3. Jenis Kelamin : Perempuan
4. Pendidikan : Mahasiswa
5. Status : Mahasiswa

B. Hasil Konseling I

Hari/ Tanggal : Jum’at, 1 November 2013
Waktu : 09. 00 Wib
Lokasi : Perumahan Griya Sukajadi

Kesimpulan :

Saat pertemuan pertama, konseling di lakukan di Perumahan Griya Sukajadi. Konseling masih dalam tahap membangun rapport dan menentukan hari untuk melanjutkan konseling selanjutnya. Konselor ingin pada pertemuan pertama dapat menciptakan keadaan yang saling nyaman dalam berbagi kisah dan menceritakan permasalahan klien, agar pada pertemuan selanjutnya klien dapat merasa aman dan permasalahan pribadinya dapat terjaga dengan baik.

D. Hasil Konseling II

Hari/ Tanggal : Senin, 4 November 2013
Waktu : 09. 30 Wib
Lokasi : Perumahan Griya Sukajadi

Kesimpulan :

Pada pertemuan ke dua, konselor bertemu dengan klien di Perumahan Griya Sukajadi. Di pertemuan ke dua ini konselor mulai memfokuskan pada permasalahan yang dihadapi klien. Klien mulai menceritakan permasalahannya dan menceritakan tentang dirinya. Kilen adalah salah satu mahasiswi di salah satu uiniversitas di Pekanbaru. Klien menceritakan tentang dirinya dan keluarganya. Ke dua orangtuanya sangat tidak senang melihat klien yang sering kali bermain game dan melupakan tugas di rumah. Setiap kali orang tuanya memperingati untuk tidak terlalu sering bermain, klien semakin melanggar peraturan yang dibuat oleh orangtuanya.
Awalnya klien biasa saja, tetapi dengan seringnya dirinya bermain game, dirinya sering diomeli, padahal ia merasa bermain game dapat melepaskan kepenatan yang ia jalani selama berada dikampus yang menurut klien sangat membosankan. Seiring berjalannya waktu, klien pernah meminta kepada orangtuanya agar dirinya tinggal dikosan saja. Sebab dirinya berfikir dengan tinggal dikos, dia dapat hidup bebas tidak di atur-atur lagi oleh orangtuanya.

E. Hasil Konseling III

Hari/ Tanggal : Kamis, 7 November 2013
Waktu : 10. 00 Wib
Lokasi : Perumahan Griya Sukajadi

Kesimpulan :

Setelah melakukan konseling, pada pertemuan ke tiga ini, konselor mulai menanyakan apa yang selanjutnya ingin dilakukan klien. Konselor menyimpulakan bahwa klien merasa ingin bebas dan ingin bisa melakukan segala keinginannya untuk puas bermain game kapan saja dan ingin berpindah untuk ngekos karena tidak ingin lagi tinggal bersama orangtuanya.
Klien menyadari bahwa dengan bermain game terus menerus dapat membuat dirinya lupa dengan tugas dirumah. Oleh karena itu, orangtuanya selalu mengingatkan dirinya walaupun klien sering kesal diingatkan terus menerus. Klien juga menyadari bahwa apa yang dilakukan orangtuanya adalah suatu kebaikan untuk dirinya di masa depan. Dengan mengurangi bermain game, mungkin dirinya akan bisa fokus dan mengerjakan tugas rumah dengan baik. Harapannya saat ini dirinya bisa mengurangi kebiasaan untuk tidak terlalu sering bermain game lagi, mematuhi peraturan rumah, dan mengerjakan tugas rumah yang disuruh oleh orangtuanya. Selain itu bisa membahagiakan kedua orangtuanya yang tidak pernah luput untuk terus mengingatkannya dan tidak bermain game terus-menerus lagi.

F. Hasil Konseling IV

Hari/ Tanggal : Jum’at, 8 November 2013
Waktu : 11. 00 Wib
Lokasi : Perumahan Griya Sukajadi

Kesimpulan :

Konseling ke empat ini, bertujuan untuk menguatkan klien atas hal-hal yang telah ia lakukan. Kemudian menjelaskan kepada klien bahwa dirinya sudah tepat dalam mengambil keputusan yang terbaik untuk dirinya kedepannya nanti. Pada konseling terakhir ini, klien telah menyadari dirinya telah menyandang status mahasiswa yang seharusnya dapat berfikir lebih dewasa dan mandiri. Kemudian fokus terhadap kuliahnya dan mematuhi aturan dirumah seperti mengerjakan pekerjaan rumah dan membantu orangtuanya. Selain itu mengurangi untuk tidak bermain game lagi dan menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk yang sering ia lakukan seperti pulang menjelang maghrib yang sangat dilarang oleh orangtuanya.

G. Pembahasan :

Berdasarkan masalah yang dihadapi klien, konselor mengambil kesimpulan dengan menggunakan pendekatan konseling Berpusat pada Klien (Centered Therapy). Konsep dasar client-centered therapy adalah individu memiliki kecenderungan untuk mengaktualisasikan yang berfungsi satu sama lain.
CCT membangun hubungan yang membantu, dimana klien akan mengalami kebebasan untuk mengeksplorasi area-area kehidupannya yang sekarang diingkari atau didistorsinya. Adapun teknik konseling yang digunakan dalam clien center therapy adalah sebagai berikut:
1. Aceptance (penerimaan)
2. Respect (rasa hormat)
3. Understanding (mengerti, memahami)
4. Reassurance (menentramkan hati, meyakini)
5. Encouragement (dorongan)
6. Limited Questioning (pertanyaan terbatas)
7. Reflection (memantulkan pertanyaan dan perasaan
Pada dasarnya klien sendiri menentukan tujuan konseling, konselor hanya membantu klien menjadi lebih matang dan kembali melakukan aktualisasi diri dengan menghilangkan hambatan-hambatannya.

H. Kesimpulan dan Saran :

Berdasarkan asesment data yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa klien sebenarnya sudah memiliki dasar yang positif untuk kegiatannya dimasa depan. Hanya saja dirinya masih sulit untuk meninggalkan kebiasaannya yang sering kali bermain game. Setelah dilakukan konseling selama empat kali pertemuan, diakhir konseling klien sudah menyadari sepenuhnya bahwa dirinya harus mulai meninggalkan atau minimal mengurangi kebiasaannya tersebut. Bukan memikirkan bagaimana caranya agar bisa pindah dan ngekos agar tidak tinggal bersama orangtuanya lagi dan bisa bebas bermain game, namun lebih mempersiapakan dirinya untuk kembali fokus dalam mengerjakan pekerjaan rumah dan mematuhi peraturan orangtuanya dan bisa membahagiakan kedua orangtuanya.
Teknik konseling yang digunakan untuk mengatasi permasalahan ini adalah terapi berpusat pada klien, dimana menurut rogers pada dasarnya individu adalah baik dan positif. Sehingga pada proses konseling berlangsung konselor hanya menjadi pendengar aktif. Poin penting pada pendekatan ini adalah konseli telah memiliki jawaban atas permasalahan yang dihadapinya, sementara konselor berperan dalam mendengarkan tanpa memberi penilaian, tanpa mengarahkan dan membantu konseli untuk merasa diterima dan dapat memahami realitas perasaannya sendiri.
Dalam konteks ini konselor melihat konseling sebagai sebuah proses membantu seseorang untuk mengaktualisasikan kekuatan positif yang sudah dimilikinya. Konseling bukan sebuah proses bantuan yang melihat kejadian-kejadian di masa lampau, tetapi lebih pada upaya mebangun keberlangsungan masa depan yang baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s