Selalu Salah

Standar

Dear salah,

Kenapa, ya, orang lebih kepoin kita dibanding kepoin dirinya sendiri? Kenapa, ya, orang lebih suka bilangin kita yang enggak-enggak dibanding mengaca diri sendiri? Kenapa, ya, orang menilai kita dari kekurangan dibanding kelebihan? Kenapa, ya, kita selalu salah?

Salah.

Ada apa dengan kata salah. Salah apakah memang sedang salah?

Apakah salah suatu masalah?

Salah sayang,

Biar pun salah memiliki celah, tapi salah juga memiliki masa depan yang cerah. “Kamu salah. Kamu salah. Kamu salah” Ah, itu kata orang. Yang hanya menilai dari luar. Yang hanya memandang dari cover. Yang tidak pernah tahu seberapa besar cara kita keluar dari salah yang orang bilang berujung masalah.

Salah, adakah orang diluar sana yang juga memiliki salah? Ada, banyak!

Salah, adakah orang diluar sana yang berusaha berubah? Ada, tapi tidak banyak.

Kita termasuk golangan yang mana?
Aku termasuk golongan yang mana?
Kamu termasuk golongan yang mana?

Ah, salah. Datang tanpa lelah.

Salah manis,

Aku bukan sedang memujimu. Tapi aku juga tidak mau menghakimimu. Gara-gara salah orang kehilangan arah. Tentang salah orang jadi berkilah. “Bukan aku yang salah” sayup-sayup terdengar suara itu. Suara hati kita yang memang sedang salah.

Salah baik,

Orang dari salah menjadi benar. Dari benar menjadi sangat benar. Dari sangat benar menjadi sangat-sangat benar. Karena salah diam-diam kita mengintip kebaikan. Karena salah ada sesuatu yang ingin kita damaikan. Ada salah ada kebaikan. Membuka mata, hati, dan pikiran.

Salah yang cantik,

Tidak ada orang yang sempurna. Setiap kita punya salah. Disekitar kita banyak orang yang saling menyalahkan dan disalahkan. Padahal belum tentu kita yang benar, bukan? Mengapa salah dijadikan pilihan? Salah itu suatu kenormalan seseorang. Tapi, bagaimana salah yang dia memang salah? Salah itu kemaafan. Maafkanlah! Orang yang memaafkan akan memancarkan kecantikan.

Salah yang cute,

Salah dapat salam dari cinta. Kata cinta, salah harus percaya, dunia dan semesta mengirim doa agar salah memiliki hati yang terbuka. Salah juga dapat salam dari rindu. Kata rindu, salah harus maju, lihatlah awan itu seakan ingin mengatakan jiwamu tak boleh layu. Terakhir salah dapat salam lagi dari sayang. Kata sayang, salah harus berdoa, agar dijauhkan dari kesalahan.

Salam cinta, rindu, dan sayang untuk salah.

Selalu salah tak berarti cinta, rindu, dan sayang selalu menyalahkanmu.

Ada yang lebih tahu. Ada yang lebih mengerti. Dan ada yang selalu memberi arti.

Kamu tidak pernah sendiri. Ada cinta, rindu, dan sayang. Percayalah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s